Bunga Desa, Wanita Cantik Gelar S3 Calon Kuat Pilkada Malang – VIVA

VIVA – Ya’qud Ananda Gudban diprediksi menjadi rival berat bagi pasangan calon petahana di Pemilihan Kepala Daerah Malang 2018. Ketua DPC Hanura Kota Malang itu bakal menjadi calon wali kota dari kalangan perempuan.

Selain dikenal memiliki paras yang cantik, Nanda Gudban merupakan legislator peraih gelar doktor yang menjadi anggota legislatif Kota Malang selama dua periode. Ia dikenal dekat dengan kalangan perempuan.

Di balik kiprah di dunia politik, ia merupakan dosen tetap di Universitas Merdeka Malang. Juga menjabat sebagai Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia Malang dan Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI).

Nanda Gudban maju bersama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Wanedi sebagai calon wakil wali kota. Pasangan calon ini diusung koalisi PDIP, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Nasdem. Paslon ini mengusung akronim ‘Menawan’ (Menangkan Nanda-Wanedi).

“Kami tidak bicara fisik tidak bicara paras, biarkan masyarakat menilai. Bagi saya, kualitas seseorang sangat penting. Kalau ada tambahan, itu bonus dari Gusti Allah,” kata Ya’qud Ananda Gudban, Minggu 7 Januari 2017.

Nanda akan menyasar pemilih pemula. Menurutnya, kalangan muda ingin memiliki pemimpin yang visioner, dan atraktif. “Beradaptasi dengan zaman adalah bentuk kemudahan,” kata Nanda.

Koalisi lima partai pengusung Nanda-Wanedi menyebut diri sebagai koalisi pelangi. Koalisi ini merupakan yang terbesar di Malang, karena memiliki 22 kursi di DPRD Kota Malang.

Wali Kota Malang, Moch Anton maju bersama Syamsul Mahmud disusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji maju bersama Sofyan Edi, diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Secara terbuka, Nanda mengaku akan siap melawan dua calon petahana.

“Ini koalisi dengan rakyat kami tidak gentar melawan petahana. Manjada wajada yang asli yang akan menang, kita ingin kerja,” kata Nanda.

“Koalisi yang kami bangun, harusnya sudah punya masa besar. PDIP dengan nasionalisnya, PAN itu representatsi dari ormas Islam besar di Indonesia, PPP partai Islam tempat berlindung umat Islam di bawah naungan Kabah, Hanura punya fungsi di pemerintahan, ada NasDem. Kami tahu, insya Allah kekuatan kami, tapi kita tidak jumawa,” tambah Nanda.

Seketaris DPC PDIP Kota Malang, Abdul Hakim mengatakan, keputusan mengusung Nanda merupakan perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Nanda disebut memiliki kriteria yang diajukan oleh PDIP.

“Kriteria itu apa adalah rahasia partai. PDIP realistis kami bisa mencalonkan diri, namun kami pilih (PDIP) menjadi wakil. Dengan segala kriteri itu, Nanda adalah yang paling pas. Saat ini, fokus kita adalah memenangkan Nanda-Wanedi,” ujar Abdul Hakim. 

No Conspiracy Here